Pada edisi ini disajikan enam artikel dibidang keuangan dan perbankan. Dua artikel pertama bertema bursa saham, dua lainnya bertema moneter-perbankan, dan dua terakhir bertema keuangan daerah dan perpajakan. Artikel pertama ditulis oleh dosen IKPIA Perbanas, Munstanwir dan Endri. Pokok bahasan artikel ini adalah derajat integrasi pasar saham di ASEAN. Menurut mereka derajat integrasi bursa saham ASEAN telah meningkat namun belum berlangsung penuh. Dalam jangka panjang dimung¬kinkan peran sentral integrasi bursa saham Singapura di ASEAN digantikan oleh bursa saham Indonesia. Artikel kedua ditulis oleh Wiksuana, Dosen dari Universitas Udayana Bali. Menurutnya, pasar modal Indonesia mengalami anomali winner-loser. Saham-saham yang pada mulanya memberikan return positif (winner) return negatif (loser) mengalami pembalikan (reversal) pada periode berikutnya. Hal ini terjadi baik pada portofolio saham individual maupun industri. Artikel yang bertema kaitan aktifitas ekonomi dan sistem perbankan ditulis bersama oleh Jonni dan Binsar dari Universitas Santo Thomas SU dan Adler dari PT Nikko Securities. Dalam artikel ini dibahas tentang efektifitas kebijakan ekspansi moneter yang dibarengi dengan kebijakan efisiensi perbankan, dan kebijakan merger bank. Kebijakan mix ini menghasilkan peningkatan aktifitas ekonomi dan system perbankan yang lebih tinggi, dan sekaligus memperbaiki economies of scove (diversifi¬kasi sistem perbankan). Supriyanto dari IKPIA Perbanas menulis artikel keempat. Pokok bahasan yang ditulis adalah corporate governance dan bentuk kepemilikan bank. Dengan menggunakan fungsi logistic ditemukan bahwa kapasitas kepatuhan regulasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank. Pada bank swasta terbuka kepentingan regulator diimbangi dengan kepentingan pemilik bank. Tapi pada bank swasta tertutup dan bank pemerintah belum cukup memenuhi kepen¬tingan pemilik. Hal tersebut mengindikasikan kurang berfungsinya pengaruh pasar untuk mendisiplinkan manajemen bank. Artikel kelima tentang kinerja unit satuan kerja pemerintah daerah ditulis oleh Askam dari Universitas Pattimura Ambon. Menurut¬nya tidak ditemukan hubungan antara pengawasan internal dan eksternal. Namun terdapat hubungan antara pengawasan eksternal dengan pemahaman mengenai sistem keuangan daerah dan juga terhadap kinerja unit satuan kerja pemerintah daerah propinsi Maluku. Hal ini mengindikasikan perlu ditingkatkannya intensitas pengawas¬an yang terkait langsung dengan kinerja keuangan daerah sekaligus pembenahan budaya kerja unit satuan kerja pemerintah daerah. Artikel terakhir ditulis oleh Pahala Naing¬golan dari Universitas Indonesia. Topik yang diangkat adalah dampak faktor pajak pada hutang perusahaan yang tergolong dalam sektor manufaktur, infrastruktur,

Published: 2011-09-29