Impelementasi Keuangan Berkelanjutan di Bank BUMN Kategori KBMI 4

Authors

  • Hardy R Hermawan Perbanas Institute, SigmaPhi Indonesia
  • Jerry Marmen UPN Veteran Jakarta

Keywords:

Keuangan berkelanjutan , Bank BUMN , KBMI 4 , ESG, Greenwashing

Abstract

Industri perbankan Indonesia menghadapi tuntutan untuk mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sejalan dengan regulasi OJK, dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis implementasi keuangan berkelanjutan pada tiga bank BUMN kategori KBMI 4—Bank Mandiri, BRI, dan BNI—selama periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah analisis isi terhadap laporan keberlanjutan yang dikuantifikasi menggunakan content analysis scoring  berbasis indikator GRI dan regulasi OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri unggul dalam pembiayaan hijau, BRI menonjol dalam inklusi keuangan mikro, dan BNI berperan sebagai agen pembangunan. Skor pengungkapan berkisar antara 70–77 persen, yang mencerminkan kepatuhan formal namun belum optimal dalam kedalaman, transparansi, dan pengukuran dampak. Analisis teoritis menggunakan Sustainable Finance Disclosure Theory, Greenwashing Typology, dan ESG Integration Maturity Model menunjukkan bahwa tekanan regulatif, ekspektasi pasar, dan tuntutan reputasi berpengaruh terhadap kualitas pelaporan ESG. Ketiga bank masih berada pada tahap transisi dari kepatuhan menuju integrasi berbasis dampak. Diperlukan verifikasi eksternal, konsistensi indikator kuantitatif, dan pengukuran hasil nyata agar laporan keberlanjutan berfungsi tidak sekadar sebagai kewajiban normatif, tetapi sebagai instrumen legitimasi strategis dan akuntabilitas berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-06