Integrasi Technology Acceptance Model dan Social Cognitive Theory dalam Menganalisis Pengaruh Media Sosial, Keamanan Siber, dan Kesederhanaan Sistem terhadap Kepatuhan Pajak
Keywords:
Tax Compliance , Social Media , Perceived of Cyber Security, Simplicity of Tax System, Technology AcceptanceAbstract
Rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh wajib pajak orang pribadi di Indonesia mengalami penurunan signifikan dari 95,24% (2023) menjadi 87,98% (2024) dengan movement -7,26%, paradoks di tengah intensifikasi transformasi digital perpajakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Social Media, Perceived of Cyber Security, dan Simplicity of Tax System terhadap Tax Compliance dengan kerangka Technology Acceptance Model dan Social Cognitive Theory. Penelitian kuantitatif dengan desain explanatory research ini menggunakan data primer dari 280 responden wajib pajak orang pribadi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 7-point Likert scale dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tax Compliance, yang berarti bahwa penggunaan media sosial untuk edukasi dan komunikasi perpajakan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Perceived of Cyber Security juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tax Compliance, menunjukkan bahwa persepsi keamanan siber yang tinggi mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam menggunakan sistem perpajakan digital. Selanjutnya, Simplicity of Tax System berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tax Compliance, mengindikasikan bahwa kesederhanaan sistem perpajakan merupakan faktor penting dalam mempengaruhi kepatuhan pajak
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Annathasia Puji Erasashanti Erasashanti, Hikmah Ar, Viola Nur Hanifah, Aisyah Putri Salsabilla

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

