Metode Design Thinking dalam penerapan Teknologi QRIS pada Usaha Kecil
Kata Kunci:
Digital transformation, QRIS, Design thinking, Cashless payment, UMKMAbstrak
Transformasi digital telah mendorong inovasi dalam sistem pembayaran non-tunai, terutama melalui penerapan Quick Response Code Standar Indonesia (QRIS), yang bertujuan untuk mempercepat transaksi dan meningkatkan inklusi keuangan di sektor UMKM. Meskipun demikian, adopsi QRIS masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan non-teknis, terutama di kalangan kedai kopi tradisional seperti Warkop AA. Studi ini menggunakan metodologi design thinking yang terdiri dari lima tahap: empati, definisi, ide, prototipe, dan uji coba. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung untuk mengeksplorasi pengalaman pengguna dan hambatan kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman pelanggan terhadap QRIS masih rendah, sementara infrastruktur internet seringkali tidak andal. Studi ini mengusulkan media edukasi visual dan insentif pengguna sebagai solusi praktis untuk meningkatkan adopsi. Secara keseluruhan, penerapan pendekatan design thinking terbukti efektif dalam mengidentifikasi tantangan yang berpusat pada pengguna dan mengembangkan solusi yang disesuaikan untuk mendukung adopsi pembayaran digital dalam konteks usaha mikro.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lucia Sri Istiyowati, Muhammad Pandu, Rifqi Ayub, Dzakwan Fakhri Syauqi, Abimanyu, Ferdiansya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

