Layanan Prima dan Digitalisasi UMKM Sepatu, Sentra PIK Pulogadung
DOI:
https://doi.org/10.56174/jap.v5i1.552Kata Kunci:
UMKM, Layanan Prima, DigitalisasiAbstrak
Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada sektor ritel, termasuk industri UMKM sepatu kulit. Salah satunya adalah Kawasan PIK Pulogadung, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami penurunan kunjungan Pelanggan sehingga mengakibatkan kepada penurunan omset penjualan. Selain itu, kurangnya dukungan dari pengelola gedung dalam melakukan promosi serta pandemi Covid-19 merupakan tantangan terbesar bagi toko sepatu kulit di PIK Pulogadung. Solusi untuk membantu industri UMKM sepatu kulit adalah dengan memberikan Layanan prima dan digitalisasi. Dengan mengedepankan layanan prima dan mengadopsi strategi digitalisasi, toko sepatu kulit UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan pengalaman belanja yang unggul kepada pelanggan. Peningkatan Aksesibilitas dan Infrastruktur, Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan, Pemberdayaan Teknologi, Pengembangan Pasar dan Promosi, Pemberian Dukungan Keuangan, Pembentukan Jaringan dan Kolaborasi. langkah-langkah tersebut, diharapkan perkampungan industri kecil di PuloGadung dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai pusat industri yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Fangky Sorongan, Patria Laksamana, Saripudin Saripudin, Suharyanto Suharyanto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



